Aksent.id – Cek bansos desil menjadi topik yang semakin banyak dicari masyarakat karena berkaitan langsung dengan penentuan siapa yang berhak menerima bantuan sosial dari pemerintah. Banyak warga merasa bingung mengapa namanya terdaftar di DTKS tetapi tidak mendapatkan bantuan, atau sebaliknya, tidak merasa mampu namun justru tercatat dalam desil tinggi.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial menggunakan sistem desil kesejahteraan sebagai alat pemetaan kondisi ekonomi masyarakat. Dengan memahami cara kerja desil, masyarakat dapat lebih mudah mengecek status bansos, mengetahui alasan lolos atau tidaknya bantuan, serta melakukan sanggahan jika data yang tercatat dirasa tidak sesuai kondisi sebenarnya.
Apa Itu Desil dalam Penentuan Penerima Bansos
Desil adalah pembagian tingkat kesejahteraan masyarakat ke dalam sepuluh kelompok berdasarkan kondisi ekonomi rumah tangga. Pembagian ini digunakan pemerintah untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran. Desil 1 menunjukkan kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah, sedangkan desil 10 adalah kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.
Dalam konteks bansos, desil menjadi indikator utama untuk menentukan prioritas penerima bantuan. Semakin rendah desil seseorang, maka semakin besar peluangnya untuk mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.
Fungsi Desil Kesejahteraan dalam Program Bantuan Sosial
Fungsi utama desil kesejahteraan adalah sebagai alat klasifikasi ekonomi masyarakat. Data ini membantu pemerintah menyalurkan bantuan secara lebih adil dan terarah. Selain itu, sistem desil juga berfungsi untuk mencegah bantuan salah sasaran, misalnya diberikan kepada masyarakat yang sebenarnya sudah mampu.
Pada tahun 2025, data desil digunakan dalam berbagai program bansos seperti PKH, BPNT, dan bantuan pangan lainnya. Penentuan desil didasarkan pada kondisi rumah, penghasilan, aset, serta data kependudukan yang terintegrasi secara nasional.
Jenis Desil Penerima Bansos dari Desil 1 sampai Desil 10
Berikut pembagian jenis desil kesejahteraan masyarakat:
-
Desil 1: Rumah tangga sangat miskin
-
Desil 2: Rumah tangga miskin
-
Desil 3: Rumah tangga hampir miskin
-
Desil 4: Rumah tangga rentan miskin
-
Desil 5–6: Rumah tangga menengah bawah
-
Desil 7–8: Rumah tangga menengah
-
Desil 9–10: Rumah tangga menengah atas hingga mampu
Pembagian ini menjadi dasar utama pemerintah dalam menentukan prioritas penerima bansos.
Desil yang Berhak Menerima Bansos Pemerintah
Secara umum, penerima bansos berasal dari:
-
Desil 1
-
Desil 2
-
Desil 3
-
Sebagian Desil 4 (tergantung jenis bantuan dan kuota daerah)
Masyarakat yang berada di atas desil tersebut biasanya tidak masuk prioritas kecuali pada kondisi tertentu seperti bencana atau program khusus pemerintah.
Hubungan DTKS dan Data Desil Bansos
DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) adalah basis data utama yang digunakan untuk mencatat kondisi sosial ekonomi masyarakat. Data desil merupakan bagian dari DTKS yang diolah lebih lanjut untuk menentukan klasifikasi kesejahteraan.
Artinya, meskipun seseorang terdaftar di DTKS, belum tentu ia masuk ke desil yang berhak menerima bansos. Oleh karena itu, penting untuk memahami posisi desil masing-masing.
Cara Cek Bansos Berdasarkan Desil Secara Online
Berikut langkah-langkah cek bansos dan desil secara online:
-
Buka situs resmi Kementerian Sosial di https://cekbansos.kemensos.go.id
-
Pilih wilayah sesuai KTP (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa)
-
Masukkan nama lengkap sesuai KTP
-
Masukkan kode captcha
-
Klik tombol “Cari Data”
-
Sistem akan menampilkan status bansos dan keterangan terkait
Data yang muncul mengacu pada pembaruan DTKS tahun 2025.
Cara Mengetahui Desil Kesejahteraan Keluarga
Untuk mengetahui desil kesejahteraan keluarga, langkah yang bisa dilakukan adalah:
-
Cek status bansos melalui situs Kemensos
-
Datang ke kantor desa atau kelurahan
-
Menanyakan langsung data DTKS dan desil keluarga
-
Mengikuti musyawarah desa terkait pemutakhiran data
-
Memastikan data kependudukan di Dukcapil sudah sesuai
Biasanya perangkat desa memiliki akses data desil yang lebih rinci.
Penyebab Masyarakat Tidak Mendapat Bansos Meski Terdaftar
Beberapa penyebab umum antara lain:
-
Masuk desil 5 ke atas
-
Data ekonomi dianggap sudah membaik
-
Kuota bansos daerah terbatas
-
Data belum diperbarui
-
Terdeteksi memiliki aset tertentu
Kondisi ini sering terjadi akibat perbedaan kondisi lapangan dengan data yang tercatat.
Cara Mengajukan Sanggahan Jika Desil Tidak Sesuai
Jika merasa desil tidak sesuai, lakukan langkah berikut:
-
Datang ke kantor desa atau kelurahan
-
Ajukan sanggahan data DTKS
-
Sertakan bukti pendukung kondisi ekonomi
-
Ikut proses verifikasi lapangan
-
Menunggu hasil pembaruan data dari Kemensos
Sanggahan biasanya diproses pada periode pemutakhiran data DTKS.
Update Data Desil Bansos Terbaru (Mengacu 2025)
Pada tahun 2025, pemerintah menekankan pemutakhiran data berbasis partisipasi masyarakat. Data desil diperbarui secara berkala melalui musyawarah desa dan integrasi dengan data kependudukan nasional. Hal ini bertujuan agar bantuan sosial lebih tepat sasaran dan transparan.
Tips Agar Tetap Terdaftar sebagai Penerima Bansos
Berikut tips penting agar tetap berpeluang menerima bansos:
-
Pastikan data kependudukan aktif dan valid
-
Ikut musyawarah desa terkait DTKS
-
Laporkan perubahan kondisi ekonomi
-
Hindari data aset yang tidak sesuai fakta
-
Rutin cek status bansos secara online
Dengan data yang akurat dan aktif berpartisipasi, peluang masuk desil penerima bansos akan lebih besar.



